

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Ada pemandangan yang tidak biasa di sebuah ruangan di Matsuyama pada Ahad pagi. Di atas alas biru yang digelar di lantai, anak-anak kecil duduk melingkar. Tangan-tangan mungil memegang kartu huruf hijaiyah warna-warni. Suara mereka mengeja huruf Arab dengan serius — sesekali diikuti tawa kecil ketika salah mengucap. Di sudut lain, seorang ibu menggendong bayi sambil mendampingi kakaknya membuka buku Iqro. Di depan mereka, ustadzah duduk bersila, sabar menuntun satu per satu.
Ini bukan pemandangan dari pesantren di Jawa atau madrasah di Sumatera. Ini adalah TPA KMI Ehime — Taman Pendidikan Al-Qur'an yang kini resmi berjalan rutin untuk anak-anak Muslim Indonesia di Matsuyama, Jepang.
DARI MIMPI MENJADI NYATA
Bagi keluarga Muslim Indonesia yang menetap di Ehime, salah satu kekhawatiran terbesar adalah pendidikan agama anak-anak. Sekolah Jepang tidak mengajarkan Al-Qur'an. Waktu orang tua tersita antara kuliah, kerja, dan urusan rumah tangga. Sementara anak-anak tumbuh di lingkungan yang jauh dari suasana Islam yang akrab di tanah air.
TPA KMI Ehime hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran itu. Digagas dan dijalankan oleh para pengurus dan relawan KMI Ehime, program ini dirancang bukan sekadar untuk mengajarkan baca tulis Al-Qur'an — tapi untuk menciptakan ruang di mana anak-anak Muslim Indonesia bisa tumbuh dengan identitas keislaman yang kuat, meski jauh dari kampung halaman.
SEMUA USIA, SATU SEMANGAT
Yang membuat TPA KMI Ehime istimewa adalah inklusivitasnya. Program ini terbuka untuk anak-anak usia 0 hingga 12 tahun — artinya bayi yang baru bisa duduk pun disambut bersama kakak-kakaknya yang sudah lancar mengeja Iqro.
Suasana setiap sesi selalu hidup dan penuh warna. Para ustadzah dengan sabar mendampingi anak-anak yang sedang belajar membaca huruf hijaiyah. Untuk anak yang lebih kecil, tersedia alat peraga kreatif — roda huruf hijaiyah, kartu warna-warni, dan puzzle huruf buatan tangan — yang membuat belajar terasa seperti bermain.
Orang tua pun tidak sekadar mengantar dan menunggu. Mereka duduk bersama, mendampingi, bahkan ikut belajar. TPA ini menjadi ruang pertemuan yang hangat — antara anak dan orang tua, antara sesama keluarga Muslim Indonesia yang merantau di kota yang sama.
JADWAL DAN LOKASI
TPA KMI Ehime dilaksanakan setiap dua pekan sekali pada hari Ahad, pukul 10.30–12.00 JST.
Peta lokasi:
- Rumah Mb Mursyida: bit.ly/TPAKMIE_Maps
- Gedung Ehime Kyouiku Kaikan: bit.ly/KMIE_Maps
CARA MENDAFTAR
Daftarkan putra-putri Anda melalui: https://bit.ly/DaftarTPA_KMIE
Yang perlu dibawa peserta:
- Buku Iqro atau Ummi (milik sendiri)
- Perlengkapan ibadah (milik sendiri)
- Minuman (milik sendiri)
Informasi lebih lanjut:
- Sucu: +81 90-9486-2686
- Atika: +62 896-6788-3625
LEBIH DARI SEKADAR BELAJAR HURUF
Setiap huruf hijaiyah yang dieja seorang anak di Matsuyama hari ini adalah investasi yang tidak ternilai. Bukan hanya untuk anak itu sendiri, tapi juga amal jariyah bagi orang tua yang dengan susah payah menjaga agar cahaya Islam tetap menyala — bahkan di bumi yang jauh dari tanah air.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Mari bersama-sama menjaga generasi kecil kita. Jauh dari kampung halaman, tapi dekat dengan Al-Qur'an.